ia inspirasiku

(kadori tsuku sono saki ni wa… Nani ga bokura wo matteru)

Malam itu aku  balik ke jogja.. seperti biasa aku menunggu ibu bertanya siapa yang mengantar. Belum ibu bertanya, babeh menawarkan diri untuk mengantar. Aku agak sedikit heran, tidak biasanya. Tapi sudahlah.. mungkin ada sesuatu yang ingin ia bicarakan padaku. Benar saja.. di sepanjang jalan ia takhenti memulai pembicaran. Aku yang terkantuk-kantuk tak begitu fokus mendengarkan pembicaraannya.. mungkin seperti yang biasa dia bicarakan dirumah.. hanya bercerita tentang bagaimana sekolah adikku, atau ibuku yang bawel, atau bengkelnya yang membutuhkan karyawan jujur atau… yah entahlah.. pokoknya hanya bercerita tentang sesuatu bukan mengenai aku. Ohh tunggu.. malam itu ia tidak seperti biasanya.. ia menasehatiku. Kantukku hilang seketika! Ia bercerita dan bertanya mengenai cita-citaku. ia agak canggung memang, tapi itu  hal yang wajar bagiku. Karena dari kecil aku ditinggal ibu dan babeh ke ibu kota. Al hasil mereka tidak mengerti bagaimana sifat, karakteristik, kelebihan, kekurangan, dan bahkan cita-citaku. Sangat sulit memulai pembicaraan di antara kami. Tapi malam itu ia berusaha memudahkannya. aku senang ia yang memulai pembicaraan tentang planingku kedepan. Panjang lebar aku berusaha menceritakannya. Hingga tiba di cita-cita besarku satu tahun sebelum aku lulus sarjana. “Beh, Aku ingin belajar kejepang!” bibirku bergetar mengucapkan kalimat itu. hatiku ngilu, jantungku berdegub kencang, dan mataku mengalirkan beningnya air semangat dari titik nun jauh disana. Aku ceritakan semua usaha yang harus aku lakukan jika aku ingin mendapatkannya. Mendapatkan beasiswa study in japan. Ia langsung menatapku, matanya seolah berkata “gantungkan cita-citamu setinggi mungkin.. tapi jangan lupa dengan yang di bawah”. Iya.. seperti tokyo tower, walau ujungnya telah menjulang tinggi.. ia tetap memijakan kakinya di tananah.

Dengan setia ia mendengarkan ceritaku. Malam itu Aku  merasakan aura seorang ayah.. ayah yang membuat aku telah ada.. walaupun sebenarnya bukan. Tapi aku mengangapnya. Sampai di setasiun. Petugas mengabarkan keterlambatan kereta 1 jam. Aku mengijinkan ia pulang. “pulang aja beh, masi lama, telat keretanya”.  “1 jam.. ga papa, sebentar lagi ko”. Ia bersedia menunggu, it’s amazing. Ia mengajakku ke mini market yang ada di setasiun. Menawarkan aku berbagai macam jajanan. Keherananku makin besar, adakah sesuatu yang mengubahnya seperti ini?. Aku belum merasahakn hal ini sebelumnya. Bahkan dari ibu kandungku!. Malang memang, penyakitku kronis: “have’nt carried a parent for me”. Tapi malam itu.. aka tau jawabannya.. bukan mereka tidak mau memberikan perhatian padaku sebagai seorang anak, tapi mereka tidak bisa menyampaikan perhatian mereka kepadaku. Perbedaan pendapat yang membuatku sulit mencerna bahwa perhatian dan kasih sayang mereka teramat besar untukku. Dan mereka memberikan itu semua setiap hari, dimanapun aku berada. Kereta datang, ia membawa koperku dan memilihkan temapt duduk untukku. Satu kalimat yang terucap darinya, “tidak ada yang tidak mungkin, aku dan ibumu saja bisa.. kenapa kamu tidak..?! berusaha dan berdoalah.. kamu pasti bisa jika kamu mau”. Air bening mengalir dari mataku. Aku cium tanganngannya dan ku lontarkan semangatku, “iyaa.. aku akan berusaha.. dari kalian aku akan belajar”

Di bekali semangat yang luar bisa, kasih sayang dan perhatian yang baru saja terungkap –setelah sekian lama terpendam- aku kembali ke jogja.

Jogja aku datang.. ayolah.. antarkan aku untuk menggapai cita-citaku.

Wahai waktu.. aku kan slalu menghargaimu..

Ingatkan aku jika aku lalai terhadapmu..

Aku yakin kamu akan mengantarkanku di massa yang tepat untukku..

Sampaikan pesanku pada ALLAH “aku kan menunggu dengan berlari”

Karena ku yakin.. cita-citaku sudah siap di depan sana.. hanya aku yang berhak memilih kapan aku mengambilnya..

Dan aku akan lari dengan kencang untuk mengambilnya..

Walaupun ALLAH memastikan itu akan menjadi milik kita..

Untuk apa kita menunggu dan mengejarnya hanya dengan berjalan pelan?

COME ON GUYS, “FINALY WE ARRIVED, BUT WHAT WE WAITING FOR?”

GANBATTE KUDASAI!!!

Author: zha.zulekha

I just want to save my experience as informative site. Thanks to visit,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s