Bunga coklat tersenyum dengan jazz

 

Tadi malam course ku libur, kesempatan yang besar untuk menerima ajakan temanku yang jarang bertemu itu. namanya dwi. Dwi mengajakku ketemuan di  budaya jogja untuk nonton jazz. Ajakan yang tidak mungkin aku tolak.  Kami bertemu di budaya pukul 21.00 saat dentuman bass mulai di terdengar. Dwi yang lima centi lebih tinggi dariku menghampiriku dan memperkenalkan temannya yang ikut menyumbang suara piano malam itu. pemain piano itu kuliah di Isi. Sepertinya jarak tidak menghambat para pencinta jazz  untuk berkumpul mengapresiasikan musik yang dikenal easy listening itu. selain lelaki pemain piano itu, aku juga di kenalkan dengan seniornya yang sering mangkal di sebelah kantor kompas senin malam. Dari cara dia mendengarkan alunan jazz itu aku merasa di sedang mengenang sesuatu. Oh bukan sesuatu tapi seseorang. Seseorang yang dia cintai, suaminya. Satu tahun lalu suaminya pergi dan tak kan mungkin bisa kembali. Kerinduan yang dalam yang kulihat dari sorotan mata Ibu muda yang sedang melihat pemetik gitar di depannya itu. mata dan hatiku tidak tega lama melihat wanita yang sekarang bekerja di MM ugm ini. Malam semakin menghadirkan suasana gelapnya. 22.30 Aku harus pulang. Kekhawatiranku terkunci di depan gerbang kos tak lagi hadir, karena aku sudah memesan dibukakan pintu oleh teman sebelah kamarku. Senang rasanya bisa mengenal mereka. Tak usah khawatir akan sendirian menikmati indahnya musik jazz yang awalnya tidak begitu aku suka ini. Karena ibu muda dan pemain piano itu takan enggan duduk disampingku. Aku ijin pamint, aku menyampaikan pesan hati-hati pada temanku yang besok malam akan pulang kejakarta. Tak lupa aku meminta nomer HP ibu muda itu. “see you next week” balasan smsnya setelah ketikan “salam kenal teh, nice too meet you. Zha”  aku kirim ke nomor HP nya. aku yang mengenakan drass bermotif bunga coklat tersenyum  syukur bisa mengenal mereka. Terimakasih tuhan, telah mempertemukan aku dengan mereka. Semangat mengejar cita-cintaku meledak seketika. Entah dari mana.. mungkin dari alunan jazz itu. hemm.. aku tak kan lagi merasa kesepian. Tak akan.

Author: zha.zulekha

I just want to save my experience as informative site. Thanks to visit,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s